Jl. Tebet Barat Dalam III A no 02
Jakarta 12810, Indonesia
Phone: +62-21-83794469
Fax: +62-21-83791270
E-mail: resourcenter@yipd.or.id
Jakarta 12810, Indonesia
Phone: +62-21-83794469
Fax: +62-21-83791270
E-mail: resourcenter@yipd.or.id
ADVANCE SEARCH
Survei Pasar Jasa Keuangan untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia
01 April 2009
International Finance Corporation (IFC) yang merupakan bagian dari Bank Dunia (The World Bank) sedang mengadakan survei Pasar Jasa Keuangan untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia. Dalam kegiatan ini National Opinion Research Centre dari University of Chicago (NORC) bekerja bersama YIPD terpilih sebagai implementor di lapangan. Secara garis besar proyek ini merupakan penelitian yang berusaha menggambarkan permintaan dan penawaran pinjaman di sektor UKM di Indonesia.
Survei Jasa Keuangan untuk UKM ini memiliki dua komponen utama yaitu survei terhadap institusi pemberi pinjaman (sisi penawaran) dan survei UKM (sisi permintaan). Kegiatan ini dimulai pada bulan Mei 2009 dan diharapkan dapat selesai pada pertengahan November 2009. Sejumlah peneliti yang tergabung dalam tim survei Jasa Keuangan untuk UKM di Indonesia ini bekerja di lapangan untuk mengumpulkan data yang dapat diolah secara kuantitatif. Survei ini sendiri mencakup tiga kegiatan utama yaitu: (1) studi literatur, (2) analisa kompetisi, (3) Wawancara Lembaga Keuangan dan UKM.
Dari sisi penawaran, suvei dilakukan terhadap berbagai jenis lembanga keuangan baik formal maupun non formal. Responden survey ini merupakan kombinasi antara sejumlah bank komersil, bank syariah, bank pembangunan daerah, Bank Perkreditan Rakyat (BPR), perusahaan pembiayaan (multifinance), koperasi, dan juga lembaga peminjam informal. Selain survey dengan menggunakan kuesioner, juga dilakukan kunjungan langsung ke bank dengan metode mistery shopper dimana anggota tim survei mengunjungi lembaga keuangan sebagai UKM untuk dapat melihat langsung di lapangan pelayanan yang diterima UKM dari lembaga keuangan. Kombinasi antara metode mistery shopper dan studi literatur merupakan analisa kompetisi dari lembaga keuangan yang ada di Indonesia.
Selain itu dari sisi permintaan, survei dilakukan melalui wawancara untuk pengisian kuesioner terhadap kurang lebih 600 UKM di sepuluh kota di antaranya DKI Jakarta, Bekasi, Tangerang, Cilegon, Yogyakarta, Pekalongan, Surabaya, Kupang dan Pontianak. Kota-kota ini dipilih berdasarkan populasi penduduk di atas 250 ribu jiwa. Metode pemilihan sampel yang digunakan adalah Stratified dimana perusahaan yang akan dilakukan pengambilan data telah ditentukan berdasarkan kategori jenis usaha, skala usaha, dan gender kepemilikan. Survei berfokus pada produk keuangan yang sekarang sedang digunakan, institusi keuangan yang sedang digunakan, kepuasan terhadap jasa pelayanan dan produk yang sedang digunakan, serta kebutuhan pinjaman di masa yang akan datang. Keseluruhan informasi yang diperoleh akan menjadi sumber data yang lengkap dan dapat menjadi sumber informasi bagi lembaga peminjam.
Pembekalan Survei
Sebelum turun ke lapangan telah dilakukan pembekalan bagi tim survei dalam empat hari pelatihan. Pembekalan ini meliputi perkenalan tujuan survei, pemahaman materi (istilah, kuesioner dan pertanyaan), diskusi prediksi masalah yang akan dihadapi, serta uji coba lapangan. Selain itu dalam pembekalan ini juga dilakukan pembagian lokasi untuk masing-masing anggota tim.
Tantangan yang dihadapi tim survei di lapangan cukup bervariasi. Untuk survei lembaga keuangan, umumnya tantangan yang ditemui adalah kompleksitas dan birokrasi lembaga keuangan besar dimana cukup sulit mempertemukan waktu yang tepat untuk pengisian survei dan wawancara bagi para pimpinan lembaga keuangan.
Untuk survei UKM tantangan yang dihadapi tim survei terkait dengan metode stratified sampling dimana responden wawancara dibuatkan dalam sebuah daftar yang disusun berdasarkan kategori yang dipilih. Tim survei bertugas untuk melakukan wawancara terbatas pada daftar yang telah disediakan untuk masing-masing wilayah. Masalah utama dengan metode ini adalah validasi data alamat perusahaan dalam daftar yang seringkali tidak sesuai. Selain itu permasalah survei UKM yang dihadapi terjadi di lapangan dimana tingkat resistensi responden terhadap survei keuangan, khususnya di kota besar seperti DKI Jakarta dan Surabaya cukup tinggi. Kombinasi antara validasi data dan tingkat resistensi responden menjadi tantangan tersendiri bagi tim survei UKM yang turun ke lapangan. Berbagai metode telah dilakukan untuk menyikapi permasalahan ini, misalnya penambahan data usaha dalam daftar, penyiapan administrasi dan korespondensi serta penambahan tim lapangan yang cukup mengenal lokasi survei. Sejumlah usaha ini secara bertahap membantu kemajuan survei.
Hasil akhir yang diharapkan dari survei ini adalah menyediakan informasi yang komprehensif dan up to date yang dapat digunakan berbagai pihak yang membutuhkan, khususnya pemangku kepentingan, lembanga keuangan bank dan bukan bank. Bentuk informasi hasil survei diharapkan dapat membantu dalam:1. Mengidentifikasi segmen pasar UKM yang menarik bagi lembaga keungan di Indonesia.2. Memberikan informasi saluran distribusi/channel serta gambaran produk dan strategi pemasaran yang dapat dikembangkan lembaga keuangan di Indonesia untuk dapat melayani permintaan kredit UKM di Indonesia.3. Menyediakan informasi yang berguna bagi para pemangku kepentingan untuk dapat membantu percepatan dan pengembangan jasa pelayanan keuangan dan kebutuhan modal bagi UKM di Indonesia.
Gambaran hasil survei nantinya direncanakan akan disajikan dalam sebuah lokakarya, dan dalam bentuk publikasi yang dapat digunakan untuk kemajuan UKM dan Jasa Perbankan di Indonesia.
***(Red-MP)
Dari sisi penawaran, suvei dilakukan terhadap berbagai jenis lembanga keuangan baik formal maupun non formal. Responden survey ini merupakan kombinasi antara sejumlah bank komersil, bank syariah, bank pembangunan daerah, Bank Perkreditan Rakyat (BPR), perusahaan pembiayaan (multifinance), koperasi, dan juga lembaga peminjam informal. Selain survey dengan menggunakan kuesioner, juga dilakukan kunjungan langsung ke bank dengan metode mistery shopper dimana anggota tim survei mengunjungi lembaga keuangan sebagai UKM untuk dapat melihat langsung di lapangan pelayanan yang diterima UKM dari lembaga keuangan. Kombinasi antara metode mistery shopper dan studi literatur merupakan analisa kompetisi dari lembaga keuangan yang ada di Indonesia.
Selain itu dari sisi permintaan, survei dilakukan melalui wawancara untuk pengisian kuesioner terhadap kurang lebih 600 UKM di sepuluh kota di antaranya DKI Jakarta, Bekasi, Tangerang, Cilegon, Yogyakarta, Pekalongan, Surabaya, Kupang dan Pontianak. Kota-kota ini dipilih berdasarkan populasi penduduk di atas 250 ribu jiwa. Metode pemilihan sampel yang digunakan adalah Stratified dimana perusahaan yang akan dilakukan pengambilan data telah ditentukan berdasarkan kategori jenis usaha, skala usaha, dan gender kepemilikan. Survei berfokus pada produk keuangan yang sekarang sedang digunakan, institusi keuangan yang sedang digunakan, kepuasan terhadap jasa pelayanan dan produk yang sedang digunakan, serta kebutuhan pinjaman di masa yang akan datang. Keseluruhan informasi yang diperoleh akan menjadi sumber data yang lengkap dan dapat menjadi sumber informasi bagi lembaga peminjam.
Pembekalan Survei
Sebelum turun ke lapangan telah dilakukan pembekalan bagi tim survei dalam empat hari pelatihan. Pembekalan ini meliputi perkenalan tujuan survei, pemahaman materi (istilah, kuesioner dan pertanyaan), diskusi prediksi masalah yang akan dihadapi, serta uji coba lapangan. Selain itu dalam pembekalan ini juga dilakukan pembagian lokasi untuk masing-masing anggota tim.
Tantangan yang dihadapi tim survei di lapangan cukup bervariasi. Untuk survei lembaga keuangan, umumnya tantangan yang ditemui adalah kompleksitas dan birokrasi lembaga keuangan besar dimana cukup sulit mempertemukan waktu yang tepat untuk pengisian survei dan wawancara bagi para pimpinan lembaga keuangan.
Untuk survei UKM tantangan yang dihadapi tim survei terkait dengan metode stratified sampling dimana responden wawancara dibuatkan dalam sebuah daftar yang disusun berdasarkan kategori yang dipilih. Tim survei bertugas untuk melakukan wawancara terbatas pada daftar yang telah disediakan untuk masing-masing wilayah. Masalah utama dengan metode ini adalah validasi data alamat perusahaan dalam daftar yang seringkali tidak sesuai. Selain itu permasalah survei UKM yang dihadapi terjadi di lapangan dimana tingkat resistensi responden terhadap survei keuangan, khususnya di kota besar seperti DKI Jakarta dan Surabaya cukup tinggi. Kombinasi antara validasi data dan tingkat resistensi responden menjadi tantangan tersendiri bagi tim survei UKM yang turun ke lapangan. Berbagai metode telah dilakukan untuk menyikapi permasalahan ini, misalnya penambahan data usaha dalam daftar, penyiapan administrasi dan korespondensi serta penambahan tim lapangan yang cukup mengenal lokasi survei. Sejumlah usaha ini secara bertahap membantu kemajuan survei.
Hasil akhir yang diharapkan dari survei ini adalah menyediakan informasi yang komprehensif dan up to date yang dapat digunakan berbagai pihak yang membutuhkan, khususnya pemangku kepentingan, lembanga keuangan bank dan bukan bank. Bentuk informasi hasil survei diharapkan dapat membantu dalam:1. Mengidentifikasi segmen pasar UKM yang menarik bagi lembaga keungan di Indonesia.2. Memberikan informasi saluran distribusi/channel serta gambaran produk dan strategi pemasaran yang dapat dikembangkan lembaga keuangan di Indonesia untuk dapat melayani permintaan kredit UKM di Indonesia.3. Menyediakan informasi yang berguna bagi para pemangku kepentingan untuk dapat membantu percepatan dan pengembangan jasa pelayanan keuangan dan kebutuhan modal bagi UKM di Indonesia.
Gambaran hasil survei nantinya direncanakan akan disajikan dalam sebuah lokakarya, dan dalam bentuk publikasi yang dapat digunakan untuk kemajuan UKM dan Jasa Perbankan di Indonesia.
***(Red-MP)



